• iconJl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291

Detail Berita

Blog Details

Refleksi Hari Ibu BEM UNUJA Putri Tekankan Peran Perempuan Muda dalam Pembentukan Karakter Bangsa

Probolinggo — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nurul Jadid Putri menggelar kegiatan Refleksi Hari Ibu dengan tema “Dari Rumah ke Ruang Publik: Refleksi Hari Ibu bagi Perempuan Muda” pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Gedung Aula Pascasarjana Universitas Nurul Jadid, pukul 13.00 WIB.


Kegiatan ini menghadirkan Ning Hj. Umi Haniah, S.Th.I, sosok perempuan inspiratif yang saat ini mengemban berbagai strategi amanah, di antaranya Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Wakil Ketua I Dekranasda, Wakil Ketua II Perwosi, Bunda Baca Probolinggo, Wakil Ketua K3S, serta Wakil Ketua IPIN (Ikatan Perempuan Yayasan Nurul Jadid). yang sekaligus Istri dari Wakil Bupati probolinggo.


Dalam penjelasannya, Ning Umi Haniah menegaskan bahwa rumah merupakan ruang pertama dan paling mendasar dalam pembentukan karakter manusia. Ia mengilustrasikan hal tersebut melalui kisah The Jungle Book, yang menunjukkan bagaimana lingkungan awal membentuk kepribadian seseorang. Menurutnya, keluarga terutama peran ibu menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya nilai, empati, dan kepekaan sosial.


Ia juga membagikan refleksi personal tentang sosok ibu yang selalu mengedepankan nilai ukhrawi dalam kehidupan, sebagai bekal spiritual yang menuntun dalam setiap peran di ruang publik. Nilai tersebut, kata Ning Hani, perlu ditanamkan sejak dini melalui pembiasaan sederhana, seperti tidak merepotkan tuan rumah saat bertamu dan melatih kepekaan dengan hal-hal kecil, misalnya membantu mencuci piring.


“Ketika kita berusaha memahami orang lain, maka orang lain pun akan belajar memahami kita,” ujarnya, menekankan pentingnya empati sebagai modal sosial perempuan dalam membangun hubungan, baik di keluarga maupun masyarakat.


Dalam konteks hubungan pasangan, Ning Hani menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar berjalan bersama, tetapi juga saling mendukung untuk tumbuh dan berkembang. Ia mendorong perempuan muda agar memilih pasangan yang memiliki visi pertumbuhan bersama, bukan yang membatasi potensi.


Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penghargaan terhadap perempuan tidak seharusnya hanya bersifat seremonial. “Setiap hari adalah Hari Ibu, setiap hari adalah Hari Perempuan. Jangan biarkan siapa pun merusak nilai dan harga diri kalian,” tegasnya di hadapan peserta.


Pendidikan juga menjadi penekanan penting dalam refleksi tersebut. Ning Hani mendorong perempuan untuk tidak berhenti belajar dan terus melanjutkan pendidikan, seraya mengutip pesan An-Nisa' Imaduddin, “Idza shalahat shalahuddin, wa idza fasadat fasahuddin,” yang menekankan bahwa baik dan rusaknya peradaban sangat bergantung pada kualitas perempuan.


Ia mengajak perempuan muda untuk berproses tanpa harus menunggu, tetap bergerak dan berkarya sembari menyadari kodrat perempuan sebagai penerus generasi bangsa. Menurutnya, karakter anak dibentuk bukan berdasarkan nasihat semata, melainkan oleh pembiasaan yang konsisten di lingkungan keluarga.


Menutup refleksinya, Ning Umi berpesan agar perempuan tidak gentar menghadapi stigma dan kejulidan. “Buktikan dengan prestasi. Jadikan itu pelecut untuk lompat lebih tinggi,” tutupnya.


Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan bagi mahasiswi Universitas Nurul Jadid untuk memahami peran perempuan strategis berangkat dari rumah, namun berdampak luas hingga ruang publik. BEM UNUJA Putri berharap refleksi ini dapat menumbuhkan kesadaran kritis, kepercayaan diri, serta semangat keberdayaan perempuan muda dalam membangun masa depan yang lebih adil dan beradab.


Pewarta : Dila Febrianti


© 2025 SIMAWA. Universitas Nurul Jadid.