Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Nurul Jadid menggelar Milad ke-40 yang dirangkaikan dengan Talkshow Stadium General, Kamis (29/01/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid dan diikuti oleh mahasiswa PAI UNUJA serta peserta umum. Kegiatan ini mengusung tema Meneguhkan Peran Pendidikan Islam di Tengah Disrupsi Psikologis. Tema tersebut diangkat sebagai respons atas dinamika perubahan sosial dan teknologi yang berdampak pada kondisi psikologis masyarakat, khususnya generasi muda.
Talkshow Stadium General menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Agus Sulthoni Imami, S.Psi., M.Pd.I. selaku Wakil Ketua Majelis Al-Burombuh Probolinggo dan Pengurus MWCNU Paiton, serta Dr. Muhammad Munif, M.Pd.I. selaku Kaprodi PAI UNUJA. Keduanya membahas relasi antara pendidikan Islam, psikologi, dan pembentukan karakter di era modern. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui sesi seremonial milad, pemaparan materi, serta dialog interaktif bersama peserta. Pelaksanaan acara berjalan lancar dan sesuai dengan agenda yang telah disusun oleh panitia, dengan partisipasi aktif dari peserta.
Ketua Himaprodi PAI, Abdul Hamid, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi. “Milad HMP PAI ke-40 ini dilaksanakan untuk merayakan hari lahir Himaprodi PAI sekaligus mempererat kebersamaan mahasiswa lintas angkatan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa talkshow dimanfaatkan sebagai ruang pengembangan intelektual mahasiswa. Menurutnya, forum ini penting agar mahasiswa memiliki pemahaman yang komprehensif tentang keterkaitan antara pendidikan, psikologi, dan nilai-nilai Islam.
Melalui kegiatan ini, HMP PAI menegaskan kembali urgensi pendidikan Islam sebagai pendekatan holistik yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental, emosional, dan spiritual peserta didik. Pelaksanaan Milad ke-40 HMP PAI dan Talkshow Stadium General ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akademik dan psikologis mahasiswa dalam menghadapi disrupsi zaman. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat solidaritas organisasi serta mendorong lahirnya gagasan konstruktif bagi pengembangan Pendidikan Islam ke depan.