Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid menggelar kegiatan Pemeriksaan Gratis Keliling Part I pada 28 Oktober 2025 di lingkungan kampus. Kegiatan ini mengusung tema “Deteksi Dini Pencegahan Silent Killer.” Sasaran kegiatan adalah seluruh civitas akademika Universitas Nurul Jadid.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendeteksi dini hipertensi di lingkungan kampus. Hipertensi dikenal sebagai salah satu penyakit yang sering tidak disadari namun berisiko tinggi terhadap kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berperan aktif dalam upaya promotif dan preventif.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan sistem jemput bola melalui pembagian beberapa tim. Tim pemeriksa menyebar ke berbagai gedung di Universitas Nurul Jadid untuk menjangkau peserta secara langsung. Setiap tim melakukan pemeriksaan tekanan darah sesuai standar operasional prosedur.
Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan singkat mengenai bahaya hipertensi. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait faktor risiko dan pencegahan. Interaksi langsung ini menjadi bagian dari pendekatan edukatif kepada civitas akademika.
Ketua Divisi Advokasi Internal BEM Fakultas Kesehatan, Afandi Aziz, menjelaskan mekanisme kegiatan tersebut. “Pemeriksaan dilakukan secara keliling dengan tim yang menyebar ke seluruh gedung, disertai penyuluhan singkat untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya hipertensi,” ujarnya.
Tujuan utama kegiatan ini adalah mendeteksi dini hipertensi agar dapat ditangani lebih cepat. Pemeriksaan yang dilakukan diharapkan membantu peserta mengetahui kondisi tekanan darah mereka secara langsung. Hal ini menjadi langkah awal dalam pencegahan penyakit yang lebih serius.
Kegiatan ini juga mendorong kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan pendekatan langsung, peserta diharapkan lebih mudah mengakses layanan kesehatan dasar. Edukasi yang diberikan menjadi pelengkap dalam membangun perilaku hidup sehat.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu menekan risiko hipertensi di lingkungan kampus. Selain itu, civitas akademika diharapkan lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya sehingga dapat menjalani aktivitas dengan lebih sehat dan produktif.