Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menggelar kegiatan studi banding bersama HMP PAI STAI Salahuddin Pasuruan, Senin (28/07/2025). Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Microteaching UNUJA dan diikuti oleh pengurus dari kedua organisasi.
Studi banding tersebut mengusung tema Collaborative Learning Understanding yang menekankan pentingnya pembelajaran kolaboratif dalam pengelolaan organisasi kemahasiswaan. Tema ini dipilih sebagai respons atas kebutuhan sinergi antar-HMP dalam menghadapi dinamika dan tantangan organisasi yang semakin kompleks.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari unsur pimpinan program studi, yakni Kaprodi PAI UNUJA Dr. Muhammad Munif, M.Pd.I. dan Kaprodi PAI STAI Salahuddin Pasuruan Ning Mukaromah, M.Pd.I. Keduanya memberikan penguatan terkait arah pengembangan organisasi mahasiswa serta peran strategis HMP dalam mendukung kualitas akademik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan sambutan dari masing-masing ketua HMP serta kaprodi sebagai bentuk penguatan komitmen kolaborasi. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil organisasi dan program kerja unggulan dari kedua HMP sebagai sarana pertukaran informasi dan pengalaman.
Dalam sesi tersebut, masing-masing organisasi tidak hanya menyampaikan capaian, tetapi juga mengemukakan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan organisasi. Hal ini membuka ruang diskusi yang lebih reflektif dan solutif, sehingga peserta dapat memahami berbagai perspektif dalam pengembangan organisasi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi kelompok dan dialog terbuka yang berlangsung secara partisipatif. Peserta aktif bertukar gagasan, merumuskan ide kolaboratif, serta mengeksplorasi peluang kerja sama dalam bidang akademik, keilmuan, dan pengembangan minat bakat mahasiswa.
Selain itu, peserta juga mengikuti sesi study tour untuk mengenal lingkungan kampus Universitas Nurul Jadid. Kegiatan ditutup dengan perumusan kesepakatan bersama, penyampaian kesan dan pesan dari setiap kelompok kolaboratif, serta penyerahan cenderamata antara kaprodi dan ketua HMP dari kedua institusi.
Ketua HMP PAI STAI Salahuddin Pasuruan, Ach. Syafiq, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan pengurus organisasi. “Studi banding ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sarana refleksi dan evaluasi bersama agar pengurus tidak terjebak pada pola kerja yang stagnan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua HMP PAI UNUJA, Abdul Hamid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya membangun budaya belajar kolaboratif. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kemajuan organisasi tidak hanya ditentukan oleh keunggulan internal, tetapi juga oleh kemampuan menjalin kerja sama dan saling menguatkan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarorganisasi mahasiswa melalui pertukaran gagasan, pengalaman, serta praktik baik. Selain itu, studi banding ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan manajerial pengurus HMP.
Ketua panitia dari HMP PAI STAI Salahuddin Pasuruan, Afan, menyebut kegiatan ini sebagai ruang dialog terbuka yang konstruktif. “Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan rekomendasi dan gagasan kolaboratif yang aplikatif untuk pengembangan program kerja yang lebih inovatif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua panitia dari HMP PAI UNUJA, Daniel, menekankan pentingnya pengalaman kolaboratif dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran nyata untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kerja tim dalam suasana yang kolaboratif,” katanya.
Melalui kegiatan studi banding ini, kedua HMP berharap terbangun hubungan kelembagaan yang lebih erat dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kerja sama konkret dalam berbagai program akademik dan pengembangan sumber daya mahasiswa.
Ke depan, studi banding ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pertukaran informasi, tetapi juga mampu mendorong implementasi program kolaboratif yang berdampak nyata. Dengan demikian, HMP PAI diharapkan dapat berperan lebih optimal dalam mendukung pengembangan Pendidikan Agama Islam di lingkungan kampus dan masyarakat.